Kepemimpinan

Jumat, 19 Juni 2015

  1. KEPEMIMPINAN ORGANISASI
KEPEMIMPINAN DAPAT DIARTIKAN SEBAGAI PROSES MEMPENGARUHI DAN MENGARAHKAN PARA PEGAWAI DALAM MELAKUKAN PEKERJAAN YANG TELAH DITUGASKAN KEPADA MEREKA.
PEMIMPIN ADALAH ORANG YANG MAMPU MENGGERAKKAN PENGIKUT. ARTINYA, PEMIMPIN TIDAK BERDIRI DAN BEKERJA SENDIRI, TETAPI MEMBUTUHKAN HAL-HAL LAIN YANG MASUK DALAM KOMPONEN KEPEMIMPINAN:
  1. PEMIMPIN, YAITU ORANG YANG MAMPU MENGGERAKKAN PENGIKUT UNTUK MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI.
  2. KEMAMPUAN MENGGERAKKAN, YAITU BAGAIMANA PEMIMPIN MENGGERAKKAN PENGIKUTNYA UNTUK MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI
  3. PENGIKUT, YAITU ORANG YANG BERADA DIBAWAH OTORITAS SEORANG PEMIMPIN.
  4. TUJUAN YANG BAIK, YAITU APA YANG INGIN DICAPAI OLEH ORGANISASI TERSEBUT.
  5. ORGANISASI, YAITU WADAH ATAU TEMPAT KEPEMIMPINAN BERADA.
  6. KONSEP ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN
ORGANISASI BERASAL DARI KATA ORGANON DALAM BAHASA YUNANI YANG BERARTI ALAT. SEMENTARA PENGORGANISASIAN BERASAL DARI ISTILAH ORGANISM YANG MERUPAKAN SEBUAH ENTITAS DENGAN BAGIAN-BAGIAN YANG TERINTEGRASI , SALING BERKAITAN SECARA UTUH. PADA PRINSIPNYA SETIAP ORGANISASI HARUS MEMILIKI TIGA UNSUR DASAR, YAITU ORANG-ORANG (SEKUMPULAN ORANG), KERJASAMA, TUJUAN YANG INGIN DICAPAI.
PROSES PENGORGANISASIAN MENCAKUP KEGIATAN-KEGIATAN BERIKUT:
  1. PEMBAGIAN KERJA YANG HARUS DILAKUKAN DAN MENUGASKANNYA PADA INDIVIDU TERTENTU, KELOMPOK-KELOMPOK DAN DEPARTEMEN.
  2. PEMBAGIAN AKTIVITAS MENURUT LEVEL KEKUASAAN DAN TANGGUNGJAWAB.
  3. PEMBAGIAN/PENGELOMPOKKAN TUGAS MENURUT TIPE DAN JENIS BERBEDA-BEDA.
  4. PENGGUNAAN MEKANISME KOORDINASI KEGIATAN INDIVIDU DAN KELOMPOK.
  5. PENGATURAN HUBUNGAN KERJA ANTARA ANGGOTA ORGANISASI.
KONSEP DASAR KEPEMIMPINAN :
  1. KEPEMIMPINAN MERUPAKAN SUATU AKTIVITAS.
  2. KEPEMIMPINAN MENGANDUNG KONSEP PENGARUH DIMANA PENGIKUTNYA MENTAATI,MENGIKUTI ATAU MELAKSANAKAN APA YANG DIKEHENDAKI PEMIMPINNYA.
  3. TERDAPAT DUA PELAKU, YAITU PEMIMPIN DAN PENGIKUT DI PIHAK LAIN.
  4. KEPEMIMPINAN MERUPAKAN PROSES MENCAPAI TUJUAN UNTUK MENDAPATKAN HASIL
  5. MENGARAHKAN ANGGOTA AGAR MEMILIKI KESADARAN DAN TANGGUNGJAWAB.
  6. DALAM FUNGSI KEPEMIMPINAN SELALU BERADA DALAM VARIABEL SITUASIONAL.
TIPE-TIPE PEMIMPIN DAPAT DIKELOMPOKKAN BERDASARKAN JENIS-JENISNYA ANTARA LAIN :

1.TIPE OTOKRATIS

MENGANGGAP ORGANISASI SEBAGAI PEMILIK PRIBADI, MENGANGGAP BAWAHAN SEBAGAI ALAT, TIDAK MENERIMA KRITIK, SARAN DAN PENDAPAT.

2.TIPE MILITERISTIS

MENGGERAKAN BAWAHAN DENGAN SISTEM PERINTAH, BERGANTUNG KEPADA PANGKAT DAN JABATANNYA, SUKAR MENERIMA KRITIKAN DARI BAWAHANNYA

3.TIPE PATERNALISTIS

MENGANGGAP BAWAHANNYA SEBAGAI MANUSIA YANG TIDAK DEWASA, BERSIKAP TERLALU MELINDUNGI (OVERLY PROTECTIVE), JARANG MEMBERIKAN KESEMPATAN KEPADA BAWAHANNYA UNTUK MENGEMBANGKAN DAYA KREASI DAN FANTASINYA , BERSIKAP MAHA TAHU.

4.TIPE KARISMATIK
MEMPUNYAI DAYA TARIK ,SERING HANYA DIKATAKAN BAHWA PEMIMPIN YANG DEMIKIAN DIBERKAHI DENGAN KEKUATAN GAIB (SUPRA NATURAL POWERS). KEKAYAAN, UMUR, KESEHATAN, PROFIL TIDAK DAPAT DIPERGUNAKAN SEBAGAI KRITERIA UNTUK KARISMA.

5.TIPE DEMOKRATIS

PEMIMPIN BAGI ORGANISASI MODERN, SENANG MENERIMA SARAN, PENDAPAT, DAN BAHKAN KRITIK DARI BAWAHANNYA, BERUSAHA MENGUTAMAKAN KERJASAMA DALAM USAHA MENCAPAI TUJUAN DAN BERUSAHA MENGEMBANGKAN KAPASITAS DIRI PRIBADINYA SEBAGAI PEMIMPIN.
KEPEMIMPINAN YANG EFEKTIF HARUS MEMBERIKAN PENGARAHAN TERHADAP SEMUA PEKERJA DALAM MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI, TANPA KEPEMIMPINAN TUJUAN ORGANISASI MUNGKIN MENJADI RENGGANG (LEMAH). OLEH KARENA ITU KEPEMIMPINAN SANGAT DIPERLUKAN BILA SUATU ORGANISASI INGIN SUKSES.
PEMIMPIN DALAM KEHIDUPAN ORGANISASI MEMPUNYAI KEDUDUKAN YANG STRATEGIS DAN MERUPAKAN GEJALA SOSIAL YANG SELALU DIPERLUKAN DALAM KEHIDUPAN KELOMPOK. BUDAYA ORGANISASI DAPAT TUMBUH KARENA DICIPTAKAN DAN DIKEMBANGKAN OLEH INDIVIDU YANG BEKERJA DALAM SUATU ORGANISASI, DAN DITERIMA SEBAGAI NILAI-NILAI YANG HARUS DIPERTAHANKAN DAN DITURUNKAN KEPADA SETIAP ANGGOTA BARU.


Read more ...

Perkembangan pandangan baru tentang organisasi

Senin, 15 Juni 2015

A. ARTI PENGEMBANGAN ORGANISASI

Mengapa muncul pengembangan organisasi? kondisi dan keadaan yang dinamis perubahan muncul sesuai dengan perkembangan pengembangan organisasi
PENGERTIAN PENGEMBANGAN ORGANISASI (Organization Development) merupakan suatu pendekatan sistematik, terpadu dan terencana untuk meningkatkan efektivitas organisasi serta memecahkan masalah-masalah (seperti kutrangnya kerja sama/koperasi, desentralisasi yang berlebihan dan kurang cepatnya komunikasi dan sebagainya) yang merintangi efisiensi pengoperasian pada semua tingkatan.
Definisi pengembangan organisasi
Warren G. Bennis : pengembangan organisasi adalah suatu jawaban terhadap perubahan, suatu strategi pendidikan yang kompleks yang diharapkan untuk merubah kepercayaan, sikap, dan nilai dan susunan organisasi sehingga organisasi dapat lebih baik dalam menyesuaikan dengan teknologi, pasar, dan tantangan yang baru serta perputaran yang cept dari perubahan itu sendiri.
Richard Beckhard : Pengembangan organisasi adalah usaha berencana meliputi organisasi keseluruhan yang diurusi dari atas untuk meningkatkan efektivitas dan kesehatan organisasi melalui pendekatan berencana dalam proses organisasi dengan memakai pengetahuan ilmu perilaku.
B. SEJARAH PERKEMBANGAN ORGANISASI
Sejarah Pengembangan Organisasi sangat erat hubungannya dengan teori organisasi. Teori Organisasi meliputi teori organisasi klasik, teori organisasi neoklasik, dan teori organisasi modern.

Teori Organisasi Klasik
Teori klasik (classical theory) kadang-kadang disebut juga teori tradisional yang berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun 1800( abad 18).
Dalam teori ini, organisasi secar umum digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai organisasi yang sangat tersentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku dan tidak mengandung kreatifitas. Dalam teori ini organisasi didefinisikan sebagai struktur hubungan, kekuasaan-kekuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan faktor-faktor lain bila orang-orang bekerja sama.
Teori Klasik berkembang dalam 3 aliran yaitu: teori birokrasi, teori administrasi, dan manajemen ilmiah.

I. Teori Birokrasi
Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic dan Spirit of Capitalism”.
Karakteristik-karakteristik birokrasi menurut Max Weber:
1. Pembagian Kerja yang jelas.
2. Hirarki wewenang yang dirumuskan secara baik
3. Program rasional dalam mencapai tujuan organisasi
4. Sistem prosedur bagi penanganan situasi kerja
5. Sistem aturan yang mencakup Hak dan Kewajiban posisi para pemegang jabatan
6. Hubungan antar pribadi yang bersifat impersonal


II. Teori Administrasi
Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reiley dari Amerika.
Henri Fayol mengemukakan dan mambahas 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori ini yaitu:
- Pembagian Kerja / Division of Work
- Wewenang dan Tanggung jawab
- Disiplin
- Kesatuan perintah
- Kesatuan pengarahan
- Mendahulukan kepentingan umum dari pada pribadi
- Balas jasa
- Sentralisasi
- Rantai scalar
- Aturan
- Keadilan
- Kelanggengan personalia
- Inisiatif
- Semangat korps

III. Manajemen Ilmiah
Manajemen Ilmiah dikembangkan oleh Frederick Winslow Taylor tahun 1900. Ada beberapa pendapat tentang manajemen ilmiah, salah satunya adalah mengatakan manajemen ilmiah merupakan penerapan metode ilmiah pada studi, analisa, dan pemecahan masalah-masalah organisasi.
Taylor mengemukakan empat kaidah dasar manajemen yang harus dilaksanakan dalam organisasi perusahaan, yaitu:
o Menggantikan metoda-metoda kerja dalam praktek dengan berbagai metoda yang dikembangkan atas dasar ilmu pengetahuan tentang kerja yang ilmiah dan benar.
o Mengadakan seleksi, latihan-latihan dan pengembangan para karyawan secara ilmiah.
o Pengembangan ilmu kerja serta seleksi, latihan dan pengembangan secara ilmiah harus diintegrasikan.
o Untuk mecapai manfaat manajemen ilmiah, perlu dikembangkan semangat dan mental para karyawan.
Teori organisasi klasik sepenuhnya hanya menguraikan anatomi organisasi formal. Dalam organisasi formal ada empat unsure pokok yang selalu muncul, yaitu:
\ System Kegiatan yang terkoordinasi
\ Kelompok orang
\ Kerjasama
\ Kekuasaan dan kepemimpinan
Menurut para pengikut aliran teori klasik, adanya suatu organisasi formal sangat tergantung pada empat kondisi pokok, yaitu:
> Kekuasaan
> Saling melayani
> Doktrin
> Disiplin

Teori Organisasi Neoklasik
Teori Neoklasik secara sederhana dikenal sebagai aliran hubungan manusiawi(The Human Relation Movement). Teori neoklasik dikembangkan atas dasar teori klasik. Dasar teori ini adalah menekankan pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu maupun sebagai bagian kelompok kerjanya. Perkembangan teori neoklasik dimulai dengan inspirasi percobaan-percobaan yang dilakukan di Howthorne dan dari tulisan Huga Munsterberg.
Percobaan-percobaan ini dilakukan dari tahun 1924 sampai 1932 yang menandai permulaan perkembangan teori hubungan manusiawi dan merupakan kristalisasi teori neoklasik. Pada akhirnya percobaan Howthorne menunjukkan bagaimana kegiatan kelompok-kelompok kerja kohesif sangat berpengaruh pada operasi organisasi.
Dalam hal pembagian kerja, teori neoklasik mengemukakan perlunya hal-hal sebagai berikut:
{ Partisipai
{ Perluasan kerja
{ Manajemen bottom-up

Teori Organisasi Modern
Teori modern biasanya disebut juga sebagai analisa sistem pada organisasi. Teori modern melihat bahwa semua unsur organisasi sebagai satu kesatuan dan saling ketergantungan, yang di dalamnya mengemukakan bahwa organisasi bukanlah suatu sistem tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil, akan tetapi organisasi merupakan sistem terbuka.
Teori modern dikembangkan tahun 1950, dalam banyak hal yang mendalam teori modern dengan klasik berbeda, perbedaan tersebut diantaranya:
N Teori Klasik memusatkan pandangannya pada analisa dan deskripsi organisasi, membicarakan konsep koordinasi, scalar dan vertikal.
N Teori Modern menekankan pada perpaduan dan perancangan menjadikan pemenuhan suatu kebutuhan yang menyeluruh, lebih dinamis dan lebih banyak variabel yang dipertimbangkan.
Teori Modern menunjukkan tiga kegiatan proses hubungan universal yang selalu muncul pada sistem manusia dalam perilakunya berorganisasi, yaitu:
M Komunikasi
M Konsep keseimbangan
M Proses pengambilan keputusan
Tujuan Perkembangan Organisasi ;
1. Menciptakan keharmonisan hubungan kejra antara pimpinan dengan staf anggota
organisasi.
2. Menciptakan kemampuan memecahkan persoalan organisasi secara lebih terbuka
3. Menciptakan keterbukaan dalam berkomunikasi.
4. Merupakan semangat kerja para anggota organisasi dan kemampuan
mengendalikan diri.



C. Karakteristik Pengembangan Organisasi

            Karakteristik organisasi adalah perilaku dan tingkah laku suatu badan/institusi terhadap kondisi yang ada diluar institusi itu maupun didalam institusi itu sendiri, artinya dalam dunia bisnisnya selalu fokus kepada pelanggannya yang bukan hanya dari luar perusahaan itu tapi juga orang-orang di dalam perusahaan yang merupakan aset perusahaan itu sendiri. (Maksudnya Masih jarang sebuah institusi itu menganggap karyawannya berpotensi untuk jadi aset dan akhirnya kurang mendapat perhatian dari perusahan itu sendiri), jadi semua mengarah kepada mutu yg ditentukan oleh 2 hal seperti yg tertulis sebelumnya. 

Karakteristik Organisasi yang efektif adalah :
- Concern terhadap SDM dan memperlakukan SDM sebagai Aset yang berharga
- Program Training dan Pengembangan terbuka seluas-luasnya
- Program kompensasi terlaksana dengan baik
- Tingkat perputaran SDM rendah
- Top manajemen mempunyai komitmen dan mendukung terhadap perkembangan SDM
- Semua Team turut berpartisipasi dalam membuat kebijakan organisasi 

Secara umum karakteristik pengembangan organisasi :
1) Keputusan yang penuh pertimbangan maksudnya adalah suatu hasil yang diperoleh berdasarkan strategi yang telah direncanakan dalam rangka mewujudkan perubahan organisasional yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat tentang permasalahan yang dihadapi oleh organisasi.
2) Diterapkan pada semua sub-sistem manusia baik individu, kelompok, dan organisasi maksudnya adalah menerapkan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
3) Menerima intervensi baik dari luar maupun dalam organisasi yang mempunyai kedudukan di luar mekanisme organisasi maksudnya adalah menerima segala bentuk campur tangan misalnya dalam bentuk pendapat, baik dari anggota yang termasuk dalam sebuah organisasi atau berbagai pihak dari luar organisasi.
4) Kolaborasi maksudnya adalah kerjasama antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi.
5) Teori sebagai alat analisis maksudnya adalah menggunakan pengertian yang disebutkan secara tertulis lalu diterapkan sebagai alat analisis untuk mendapatkan suatu hasil yang memuaskan dari suatu pengembangan organisasi.
6) Mengutamakan potensi manusia maksudnya adalah mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
7) Interaksi dan Interpendensi maksudnya adalah menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.
8) Pendekatan Ilmiah maksudnya adalah menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.

D. Organisasi Masa Depan

Dalam abad duapuluh satu ini setiap organisasi akan dan harus menghadapi persaingan yang semakin kompleks dan menantang, baik persaingan aktual maupun potensial, yang aktual harus dihadapi dan yang potensial perlu diantisipasi. Dalam menghadapi semua itu terdapat dua pendekatan yang mungkin diambil oleh suatu organisasi yaitu : 1) Pendekatan yang berbasis sumberdaya tangible, dan 2) Pendekatan yang berbasis Sumberdaya manusia (intangible).
Organisasi yang menganggap bahwa persaingan hanya bersifat fisik pendekatan pertama yang akan diambil, membina universitas hanya berputar-putar dalam masalah yang nyata, karena memang inilah yang paling bisa dilihat dan ditunjukan, namun bagi yang melihat persaingan ke depan lebih mengarah pada persaingan pengetahuan, tanpa mengabaikan hal fisik, maka pengembangan SDM akan menjadi prioritas, dan ini perlu komitmen yang kuat karena time-response dari cara ini lama dan susah dilihat apalagi ditunjukan, namun pendekatan ini sebenarnya akan sangat dirasakan dalam menyehatkan dan mengembangkan suatu Organisasi menjadi organisasi pembelajar (learning organization).
Read more ...

Komunikasi Dalam Organisasi

Senin, 15 Juni 2015

Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dengan
adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari. Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan perlulah membicarakan komunikasi secara lebih terperinci.

Dalam menyalurkan solusi dan ide melalui komunikasi harus ada si pengirim berita (sender) maupun si penerima berita (receiver). Solusi-solusi yang diberikan pun tidak diambil seenaknya saja, tetapi ada penyaringan dan seleksi, manakah solusi yang terbaik yang akan diambil, dan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan, serta visi, misi suatu organisasi.
Komunikasi dalam organisasi tak langsung terbentuk dengan sendirinya, diperlukan unsur – unsur penyebabnya. Unsur – unsur terjadinya komunikasi adalah :
  1. Sumber
  2. Saluran
  3. Pesan
  4. Penerima
  5. Timbal Balik
  
  1. Gaya Komunikasi dalam Organisasi
    1.      The Controlling Style
    controlling style communication ditandai dengan adanya satu kehendak atau maksud untuk membatasi, memaksa dan mengatur perilaku, pikiran dan tanggapan orang lain. Orang-orang yang menggunakan gaya komunikasi ini dikenal dengan nama komunikator satu arah atau one-way communications.
    2.      The equalitarian style
    Dalam gaya komunikasi ini, tindak komunikasi dilakukan secara terbuka. Artinya, setiap anggota organnisasi The Equalitarian Style dapat mengungkapkan gagasan ataupun pendapat dalam suasana yang rileks, santai dan informal. Dalam suasana yang demikian, memungkinkan setiap anggota organisasi mencapai kesepakatan dan pengertian bersama. Aspek penting gaya komunikasi ini ialah adanya landasan kesamaan. The equalitarian style of communication ini ditandai dengan berlakunya arus penyebaran pesan-pesan verbal secara lisan maupun tertulis yang bersifat dua arah (two-way communication).
    3.      The Structuring Style
    Gaya komunikasi yang berstruktur ini, memanfaatkan pesan-pesan verbal secara tertulis maupun lisan guna memantapkan perintah yang harus dilaksanakan, penjadwalan tugas dan pekerjaan serta struktur organisasi. Pengirim pesan (sender) lebih memberi perhatian kepada keinginan untuk memengaruhi orang lain dengan jalan berbagi informasi tentang tujuan organisasi, jadwal kerja, aturan dan prosedur yang berlaku dalam organisasi tersebut mereka bahwa pemrakarsa (initiator) struktur yang efisien adalah orang-orang yang mampu merencanakan pesan-pesan verbal guna lebih memantapkan tujuan organisasi, kerangka penugasan dan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang muncul.
    4.      The Dynamic style
    Gaya komunikasi yang dinamis ini memiliki kecenderungan agresif, karena pengirim pesan atau sender memahami bahwa lingkungan pekerjaannya berorientasi pada tindakan (action-oriented). The dynamic style of communication ini sering dipakai oleh para juru kampanye ataupun supervisor yang membawa para wiraniaga (salesmen atau saleswomen).
    5.      The Relinguishing Style
    Gaya komunikasi ini lebih mencerminkan kesediaan untuk menerima saran, pendapat ataupun gagasan orang lain, daripada keinginan untuk memberi perintah, meskipun pengirim pesan (sender) mempunyai hak untuk memberi perintah dan mengontrol orang lain.
    6.      The Withdrawal Style
    Akibat yang muncul jika gaya ini digunakan adalah melemahnya tindak komunikasi, artinya tidak ada keinginan dari orang-orang yang memakai gaya ini untuk berkomunikasi dengan orang lain, karena ada beberapa persoalan ataupun kesulitan antarpribadi yang dihadapi oleh orang-orang tersebut.
      Bentuk Komunikasi dalam Organisasi
    1        Komunikasi Berdasarkan Bentuk
    a.       Komunikasi Langsung
    Komunikasi langsung tanpa menggunakan alat. Komunikasi berbentuk kata-kata, gerakan-gerakan yang berarti khusus dan penggunaan isyarat.
    Contoh : Berbicara langsung kepada seseorang.
    b.      Komunikasi Tidak Langsung
    Komunikasi tidak langsung biasanya menggunakan alat dan mekanisme untuk melipat gandakan jumlah penerima pesan (sasaran) ataupun untuk menghadapi hambatan geografis waktu.
    Contoh : Radio, televisi.
    2        Komunikasi Berdasarkan Sasaran
    a.       Komunikasi Massa
    Komunikasi massa adalah komunikasi dengan sasarannya kelompok orang dalam jumlah yang besar.
    Syarat-syarat komunikasi massa :
    a.       Pesan disusun dengan jelas, tidak rumit dan tidak bertele-tele.
    b.      Bahasa yang mudah dimengerti/dipahami.
    c.       Bentuk gambar yang baik.
    d.      Membentuk kelompok khusus, misalnya kelompok pendengar radio.
    b.      Komunikasi kelompok
    Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang sasarannya sekelompok orang yang umumnya dapat dihitung dan dikenal dan merupakan komunikasi langsung dan timbal balik.
    Contoh : Perawat dengan pengunjung puskesmas.
    c.       Komunikasi Perorangan
    Komunikasi perorangan adalah komunikasi dengan tatap muka atau bisa dapat juga melalui telepon.
    Contoh : perawat dengan pasien.
    3        Komunikasi Berdasarkan Arah Pesan
    a.       Komunikasi satu arah
    Komunikasi satu arah adalah komunikasi yang disampaikan oleh sumber kepada sasaran tidak dapat atau tidak mempunyai kesempatan untuk memberikan umpan balik atau bertanya.
    Contoh : Radio.
    b.      Komunikasi Timbal Balik
    Komunikasi timbale balik adalah komunikasi yang disampaikan kepada sasaran dan sasaran memberikan umpan balik.
    Contoh : komunikasi kelompok atau komunikasi perorangan.

Read more ...

Proses Organisasi

Senin, 15 Juni 2015


Dalam suatu organisasi tentunya dibutuhkan berbagai proses untuk 
mencapai tujuan dari organisasi itu sendiri, kali ini saya akan membahas proses organisasi dengan cara mempengaruhi dan proses pengambilan keputusan.
Definisi :proses organisasi adalah segala aktivitas-aktivitas utama yang dilakukan dalam suatu organisasi. proses organisasi itu berkaitan dengan interaksi antar anggota didalam suatu organisasidan dapat diartikan sebagai prosedur bagaimana anggota dapat saling bahu membahu untuk membangun organisasi

a. Proses Mempengaruhi
Dalam perusahaan tentu adanya proses peran dari masing – masing pegawai dalam suatu perusahaan. Proses peranpun itu meliputi cara kerjanya perusahaan untuk mencari harapan yang terbaik. Dimana perusahaan bisa untuk berkembang dengan baik tanpa adanya hal untuk saling mempengaruhi. Peran itupun akan saling menunjang kemajuan perusahaan. Karena dengan adanya peran untuk saling mempengaruhi maka perusahaan akan saling terdapat komunikasi yang baik didalam menjalin etika yang formal.
Dari sini akan tampak bahwa setiap perusahaan akan bisa mempengaruhi setiap pegawainya untuk melakukan hal yang terbaik .Berikut akan dijelaskan bagaimana peran proses mempengaruhi dalam suatu perusahaan. Proses mempengaruhi adalah suatu kegiatan atau keteladanan yang baik secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu perubahan perilaku dan sikap orang lain atau kelompok, sedangkan elemen – elemen nya adalah :
a. orang yang mempengaruhi (0)‏
b. metode mempengaruhi (→)‏
c. orang yang dipengaruhi (p)‏
Jadi proses mempengaruhi : 0 → p
Jadi dari data di atas tedapat timbal balik dalam suatu pengaruh untuk mempengaruhi seseorang, sedangkan metode untuk mempengaruhi adalah di antaranya :
a. Kekuatan fisik
b. Penggunaan sanksi (positif/negatif)‏
c. Keahlian
d. Kharisma (daya tarik)

Daerah pengaruh mencakup hubungan-hubungan :
a. Antara perseorangan
b. Kelompok dengan seseorang
c. Seseorang dengan kelompok

Hubungan antara Kekuasaan dan Pengaruh
a. Analisis French-Raven
b. Analisis Etzioni
c. Analisis Nisbel
Dari data diatas bahwa dapat disimpulkan suatu perusahaan yang seharusnya adalah dimana perusahaan itu bisa mempengaruhi para pegawainya untuk mejadikan motivasi yang kuat guna menjadikan perusahaan yang besar. Dimana pengaruhnya perusahaan bisa sebagai insporator bagi para pegawainya. Selain itu pula harus terdapat kekuatan fisik untuk bisa mempengaruhi seseorang dan keahlian yang tepat guna tercapainya suatu tujuan.Terdapat pula bahwa mempengaruhi dalam perusahaan itu bisa dilakukan dengan berbagai macam caranya mulai dari antara perorangan,kelompok dengan seseorang,seseorang dengan kelompok.dan lain sebagainya.
Jadi betapa penting jika suatu perusahaan bisa mempengaruhi para pegawainya untuk bisa berkerja seoptimal mungkin. Sehingga perusahaan pun akan demikian pesatnya mengalami kemajuan guna adanya sifat saling mempengaruhi.

Contoh Kasus: Terjadinya hubungan timbal balik antara naiknya biaya produksi dan turunnya daya beli masyarakat berarti memperlemah perputaran roda ekonomi secara keseluruhan di Indonesia. Kondisi ini dapat mempengaruhi iklim investasi secara keseluruhan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam jangka pendek naiknya harga BBM tersebut disikapi oleh pelaku pasar, khususnya pelaku pasar modal sebagai pusat perputaran dan indikator investasi.

b. Proses Pengambilan Keputusan
Cara lain untuk memahami tindak komunikasi dalam organisasi adalah dengan melihat bagaimana suatu organisasi menggunakan metode tertentu untuk mengambil keputusan terhadap masalah yang dihadapi. Dalam dataran teoritis, kita mengenal empat metode pengambilan keputusan, yaitu kewenangan tanpa diskusi (authority rule without discussion), pendapat ahli (expert opinion), kewenangan setelah diskusi (authority rule after discussion), dan kesepakatan (consensus).

a. Kewenangan Tanpa Diskusi
Metode pengambilan keputusan ini sering kali digunakan oleh para pemimpin otokratik
atau dalam kepemimpinan militer. Metode ini memiliki beberapa keuntungan, yaitu cepat, dalam arti ketika organisasi tidak mempunyai waktu yang cukup untuk memutuskan apa yang harus dilakukan. Selain itu, metode ini cukup sempurna dapat diterima kalau pengambilan keputusan yang dilaksanakan berkaitan dengan persoalan rutin yang tidak mempersyaratkan diskusi untuk mendapatkan persetujuan para anggotanya.
Namun demikian, jika metode pengambilan keputusan ini terlalu sering digunakan, ia akan menimbulkan persoalan, seperti munculnya ketidak percayaan para anggota organisasi terhadap keputusan yang ditentukan pimpinannya, karena mereka kurang bahkan tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan akan memiliki kualitas yang lebih bermakna, apabila dibuat secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh anggota kelompok,daripada keputusan yang diambil secara individual.
Proses pengambilan keputusan itu berlangsung dengan tahapan sebagai berikut :
      Menghimpun data melalui pencatatan bahkan mungkin berupa kegiatan penelitian
      Melalui analisis data
      Menetapkan keputusan yang akan ditempuh
      Mengoprasionalakan keputusan menjadi kegiatan
   Selama berlangsungnya kegiatan sebagai pelaksana keputusan akan diperoleh data oprasional yang baru
Sementara itu tahapan-tahapan dalam proses pengambilan keputusan dapat dikemukakan sebagai
dan mempunyai implikasi-implikasi sangat penting terhadap perilaku organisasional berikut :

1)      Tetapkan masalah
2)      Idntifikasi criteria keputusan
3)      Alokasikan bobot pada criteria
4)      Kembangkan alternaif
5)      Evaluasi alternative
6)      Pilih alternative terbaik

Proses mempengaruhi pengambilan keputusan dan komunikasi adalah proses-proses manejerial karena secara nyata dilaksanakan oleh para manajer. Proses-proses ini juga merupakan proses-proses organisasional karena lebih penting daripada manajer individual dalam pengaruhnya pada pencapaian tujuan–tujuan organisasi. Ketiga proses organisasi dan manejemen ini merupakan bagian vital sistem organisasi formal.


Read more ...