Sistem Informasi Manajemen ( INFORMASI DALAM PRAKTIK BAB 8)

Kamis, 29 Oktober 2015
INFORMASI DALAM PRAKTIK

SISTEM PEMPROSESAN TRANSAKSI
Digunakan untuk menjelaskan sistem informas yang mengumpulkan data yang menguraikan aktivitas perusahaan, mengubah data menjadi informasi, dan menyediakan informasi tersebut bagi para pengguna yang ada dalam perusahaan maupun diluar perusahaan.

SUBSISTEM  - SUBSITEM  UTAMA DARI SISTEM DISTRIBUSI
Maksudnya adalah Subsitem ditentukan melalui kotak kotak tegak yang diberikan nomor pada figur 8.3 subsistem pertama berhubungan dengan pemenuhan pemesanan pelanggan, yang kedua dengan pemesanan penggantian persediaan daripemasok, dan yang ketiga adalah dengan pemeliharaan buku besar perusahaan.

SISTEM YANG MEMENUHI PESANAN PELANGGAN
Sistem entri pesanan (Order entry system) memasukan pesanan pelanggan kedalam sistem.
Sistem persediaan ( Inventory system) memelihara catatan persediaan.
Sistem penagihan ( Billing system) membuat faktur pelanggan.
Sistem piutang dagang (account recievable system) menagih uang dari pelanggan.

Sistem yang Memesan Persediaan Pengganti
Sistem Pembelian (purchasing system) menerbitkan pesanan pembelian kepada pemasok untuk persediaan yang dibutuhkan. Sistem penerimaan (receiving system) menerima persediaan, dan sistem utang dagang (accounts payable system) melakukan pembayaran.

Sistem yang Menjalankan Proses Buku Besar   
Sistem buku besar (general ledger system) adalah sistem akuntansi yang menggabungkan data dari sistem-sistem akuntansi yang lain dengan tujuan untuk menyajikan gambaran keuangan operasi perusahaan secara gabungan. File yang membuat data akuntansi yang telah digabungkan itu adalah buku besar (general ledger).
Terdapat dua subsistem yang terkait, yaitu :

  1. Sistem memperbarui buku besar (update general ledger system) akan membukukan catatan-catatan yang menguraikan berbagai tindakan dan transaksi ke dalam buku besar.
  2. Sistem pembuatan laporan manajemen (prepare management report system) menggunakan isi buku besar untuk membuat neraca dan laporan laba rugi serta laporan lainnya

Menempatkan Sistem Pemrosesan Transaksi dalam Perspektif
Bukanlah suatu kebetulan bahwa sistem pemrosesan transaksi adalah sistem informasi pertama yang terkomputerisasi. Selain sebagai area aplikasi yang paling dapat dipahami, sistem ini juga berperan sebagai fondasi dari semua aplikasi yang lain. Fondasi ini mengambil bentuk basis data, yang mendokumentasikan semua hal yang penting yang dilakukan oleh perusahaan dalam menjalankan operasinya dan berinteraksi dengan lingkungan.                          

SISTEM INFORMASI ORGANISASI
Area-area bisnis perusahaan keuangan, sumber daya manusia, layanan informasi manufaktur dan dan pemasaran, mengggunakan basis data yang di prosuksi oleh sistem pemprosesan transaksi ditambah data sari sumber-sumber yang lain, untuk menghasilkan informasi yang digunakan oleh para manajer dalam mengambil keputusan dan memecahkan masalah.

SISTEM INFORMASI PEMASARAN
Adalah memberikan informasi yang berhubungan dengan aktifitas pemasaran perusahaan, terdiri dari model bauran pemasaran input dan output yang terhubung oleh sebuah basis data.
subsistem input : setiap subsistem output memberikan informasi mengenai unsur-unsur penting dalam bauran pemasaran.

  1. bauran pemasaran (marketing mix)
  2. subsistem produk (product subsystem)
  3. subsistem lokasi (place subsystem)
  4. subsistem promosi (promotion subsystem)
  5. subsistem harga (price subsystem)
  6. subsistem bauran integrasi (intregrated-mix subsystem)

subsistem input : seperti figur 8.7, sistem pemprosesan transaksi (transaction processing system) adalah mengumpulkan data dari sumber-sumber internal dan lingkungan lalu memasukkannya kedalam basis data.


SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA DAN MANUFAKTUR

SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA (human resources information subsystem) : memberikan informasi kepada manajer perusahaan yang berkaitan dengan sumber daya manusia perusahaan SISTEM INFORMASI MANUFAKTUR (manufacturing information subsystem) :  memberikan informasi kepada seluruh manajer perusahaan yang berkaitan dengan aktifitas keuangan  operasi manufaktur perusahaan .

SISTEM INFORMASI KEUANGAN
SISTEM INFORMASI KEUANGAN (financial information subsystem) : memberikan informasi kepada seluruh manajer perusahaan yang berkaitan dengan aktifitas keuangan perusahaan.

SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF
SISTEM INFORMASI EKSEKUTIF (executive information system) : EIS adalah suatu system yang memberikan informasi kepada para manajer di tingkat yang lebih tinggi atas kinerja perusahaan secara keseluruhan. Dipergunakan pula istilah sistem pendukung eksekutif (executive support system) ESS.

MANAJEMEN HUBUNGAN PELANGGAN
Manajemen Hubungan Pelanggan (customer relationship management-CMR) adalah manajemen hubungan antara perusahaan dengan pelanggan sehingga baik perusahaan maupun pelanggannya akan menerima nilai maksimum dari hubungan ini. Strategi ini menyadari bahwa membina hubungan jangka panjang dengan pelanggan adalah suatu strategi yang bagus, karena mempertahankan pelanggan yang sudah ada biasanya akan lebih murah daripada mendapatkan pelanggan baru oleh karena itu, perusahaan melakukan upaya-upaya untuk memahami para pelanggannya sehingga kebutuhan mereka akan dapat dipenuhi dan mereka akan tetap setia kepada perusahaan.

PENYAMPAIAN INFORMASI DAN OLAP

Penyampaian informasi
  • Unsur terakhir dalam sistem data warehousing adalah sistem penyampaian informasi, yang mendapatkan data dari tempat penyimpanan data, mengubahnya menjadi informasi, dan menjadikan informasi tersebut tersedia bagi para pengguna.
OLAP
  • Adalah egala jenis peranti lunak dapat digunakan untuk menarikdata dari tempat pnyimpanan data dan mengubahnya menjadi informasi. Pembuat laporan, paket query basis data, dan model-model matematis semuanya dapat digunakan.
Terdapat dua pendekatan untuk OLAP:
  1.  ROLAP (Reltional on-line analitycal processing) menggunakan suatu sistem manajemen basis data relasional standar
  2. MOLAP (multidimensional on-line analitycal processing) menggunakan suatu sistem manajemen basis data khusus multidimensional.

DATA MINING (PENAMBANGAN DATA)
    Data mining adalah proses menemukan hubungan dalam data yang tidak diketahui oleh pengguna. Data mining membantu pengguna dengan menemukan hubungan dan menyajikan dengan cara yang dapat di pahami sehingga hubungan tersebut dapat menjadi dasar pengambilan keputusan. Terdapat dua cara dasar melakukan data mining :

  1. Verifikasi Hipotesis  : mengasumsikan bahwa sebuah bank telah memutus untuk menawarkan reksa dana kepada para nasabahnya.
  2. Penemuan Pengetahuan : sistem data warehousing menganalisis tempat penyimpanan datra warehousing, mencari-kelompok-kelompok dengan karakteristik yang sama.


MENEMPATKAN DATA WAREHOUSING DALAM PERSPEKTIF

    Kebutuhan akan data warehousing selalu ada sejak dulu, namun teknologi informasi yang dibutuhkan untuk mendukungnya baru tersedia dan terjangkau belakangan ini. Ketika teknologi mampu mengejar permintan, beberapa pencapaian yang dramatispun berhasil dilakukan, seperti cara baru penyimpanan data dalam paket-paket informasi, yang mmemungkunkan dilakukannya analisis data dengan cara yang praktistak terbatas, dan OAP yang memungkinkan dambilnya data dengan cepat.


Sumber : SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (Raymond McLeod Jr & George P. Schell) BAB8

Read more ...

Sistem Informasi Manajemen (Pengembangan Sistem BAB7)

Rabu, 21 Oktober 2015
Pengembangan Sistem


PENDEKATAN SISTEM
Pencarian asal muasal proses pemecahan masalah secara sistematis mengarah pada jhon Dewey, seorang profesor ilmu filosofi di Columbia University tahun 1910.
3 Rangkaian pertimbangan yang terlibat dalam pemecahan sebuah kontrovesi secara memadai :
          Mengenali kontrovesi
          Mempertimbangkan klaim-klaim alternative
          Membentuk satu pertimbangan

PROTOTYPING
Prototype adalah satu versi dari sebuah sistem potensial yang memberikan ide bagi para pengembang dan calon pengguna, bagaimana sistem akan berfungsi dalam bentuk yang telah selesai. Proses prototype ini disebut prototyping.
Meskipun sulit untuk membantah SDLC tradisional
Dengan di ungkapnya tahapan-tahapan di atas secara logis, metode ini masih memiliki kelemahan.

JENIS-JEINIS PROTOTIPE
Prototipe evolusioner (evolutionary prototype)
Terus-menerus disempurnakan sampai memiliki seluruh fungsionalitas yang dibuuhkan pengguna dari sistem yang baru. Jadi, satu prototipe akan menjadi sistem aktual.
Prototipe persyaratan (requirements prototype)
Dikembangkan sebagai satu cara untuk mendefinisikan persyaratan-persyaratan fungsional dari sistem baru ketika pengguna tidak mampu menggunakan dengan jelas apa yang mereka inginkan.

PENGEMBANGAN PROTOTIPE EVOLUSIONER
Ada 3 Langkah Dalam Pembuatan Suatu Prototipe Evolusiner :
1. Mengindefinisikasi Kebutuhan Pengguna
Pengembangan mewawancarai pengguna untuk mendapatkan ide mengenai apa yang diminta dari sistem.
2. Membuat Satu Prototipe
Pengembangan mempergunakan satu alat prototyping atau lebih untuk membuat prototipe.
3.Menentukan Apakah Prototype Dapat Diterima
Pengembangan mendemonstrasikan prototype kapada para pengguna untuk mengetahui apakah telah memberikan hasil yang memuaskan.
4.Menggunakan Prototipe
Menggunakannya sebagai system produksi.

PENGEMBANGAN PROTOTIPE PERSYARATAN
Langkah-Langkah Yang Terlibat Dalam Pembuatan Sebuah Tipe Prototipe Persyaratan
1.Membuat kode sistem yang baru
Pengembangan menggunakan prototype sebagai dasar untuk pengkodean sistem baru.
2.Menguji sistem baru
Pengembang menguji sistem
3.Menentukan apakah sistem yang baru dapat diterima
Penggunaan memberitahukan kepada pengembang apakah sistem dapat diterima.
4.Membuat sistem baru menjadi sistem produksi
Pendekatan ini diikuti ketika prototipe ditujukan hanya untuk memiliki penampilan dari suatu sistem produksi, namun tidak ketika ia harus memuat seluruh unsur penting

DAYA TARIK PROTOTYPING
  1. Membaiknya komunikasi antara pengembang dari pengguna.
  2. Pengembang dapat melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam menentukan kebutuhan pengguna.
  3. Pengguna memainkan peranan yang lebih aktif dalam pengembangan sistem.
  4. Pengembangan dan pegguna menghabiskan waktu dan usaha yang lebih sedikit dalam pengembangan sistem.
  5. Implementasikan menjadi jauh lebih mudah terasa pengguna tahu apa yang diharapkan.

PENGEMBANGAN APLIKASI LEBIH CEPAT
Satu metedologi yang memiliki tujuan yang sama dengan prototyping, yaitu memberikan respons yang cepat atas kebutuhan pengguna, namun dengan lingkup yang lebih luas adalah R.A.D. Istilah RAD dari rapid application development atau pengembangan aplikasi cepat diperkenalkan oleh konsultan komputer dan penulis James Martin.
             RAD adalah kumpulan strategi, metodologi dan alat terintegrasi yang terdapat di dalam suatu kerangka kerja yang disebut rekayasa informasi. Rekayasa informasi (information engineering-IE) adalah nama yang diberikan Martin kepada keseluruhan pendekata pengembangan sistemnya, yang ia perlakukan sebagai suatu aktivitas perusahaan secara menyeluruh.


UNSUR-UNSUR PENTING RAD
·         Mananjemen: Khususnya manajemen puncak. Hendaknya menjadi penguji coba (experimenter) yang suka melakukan hal-hal dengan cara baru atau pengadaptasi awal (earlyadapter).
·         Orang: Dari pada hanya memanfaatkan satu tim untuk malakukan seluruh aktivitas SDLC, RAD menyadari adanya efisiensi yang dapat dicapai melalui penggunaan tim-tim khusus.
·         Metodologi: Metodologi dasar RAD adalah siklus hidup RAD.
·         Alat-alat: Alat-alat RAD terutama terdiri atas bahasa-bahasa generasi keempat dan alat-       alat rekayasa peranti lunak dengan bantuan komputer (computer-aidedsoftware engineering-CASE) yang memfasilitas prototyping dan penciptaan kode.

PENGEMBANGAN BERFASE
Satu metodologi pengembangan sistem yang dewasa ini digunakan oleh banyak perusahaan adalah kombinasi dari SDLC tradisional, prototyping, dan RAD dengan mengambil fitur-fitur yang terbaik dari masing-masing metodologi.

Sistem primer adalah sebuah program komputer dan sistem sekunder adalah orang yang berinteraksi dengan program komputer. Dialog biasanya terdiri atas tindakan-tindakan yang diambil oleh para partisipan, seperti yang dilakukan oleh seorang operator entri data dan sistem komputer.

Operasi entri data memasukkan data pesanan penjualan ke dalam stasiun kerja. Data pesanan meliputi:
         Nomor Pelanggan
          Nomor barang
          Jumlah barang
Program entri pesanan mengkases file induk untuk memverifikasi keakuratan:
          Nomor perlanggan
          Nomor barang

Kapan Menggunakan Diagram Arus Data dan Kasus Penggunaan
Diagram arus data dan kasus penggunaan sering kali dibuat selama tahap-tahap investigasi awal dan analisis dari metodologi pengembangan berfase. DFD mengilustrasikan suatu tinjauan atas pembrosesan, dan kasus penggunaan memberikan detailnya. Biasanya dibutuhkan beberapa kasus penggunaan untuk mendukung satu diagram angka 0.

Steering committee SIM menjalankan tiga fungsi utama:
          Menciptakan Kebijakan yang memastikan dukungan computer untuk mencapai sasaran strategis perusahaan.
          Melakukan Pengendalian Fiskal dengan bertindak sebagai yang berwenang dalam memberikan persetujuan untuk seluruh permintaan akan pendanaan yang berhubungan dengan computer.
          Menyelesaikan Perselisihan yang terjadi sehubungan dengan prioritas penggunaan computer.


Kepemimpinan Proyek
Steering committee SIM jarang ikut terlibat langsung dengan detail pekerjaan. Tanggung jawab jatuh ke tangan tim proyek. Tim proyek meliputi semua orang yang ikut berpartisipasi dalam pengembangan sistem informasi. Satu tim dapat memiliki anggota hingga selusin, yang terdiri atas gabungan beberapa orang pengguna, spesialis informasi, dan mungkin auditor internal. Auditor akan memastikan bahwa desain sistem telah memenuhi beberapa persyaratan tertentu dilihat dari segi keakuratan, pengendalian, keamanan, dan auditabiitas.

Alat-alat dan Teknik Estimasi Biaya
Estimasi analogis (analogous estimating) menggunakan biaya actual proyek-proyek serupa yang telah dilakukan di masa lalu sebagai dasar untuk memproyeksikan biaya dari proyek yang sedang dipertimbangkan. Teknik ini digunakan ketika hanya terdapat sedikit informasi lain yang tersedia.
Estimasi dari bawah ke atas (bottom-up estimating) dimulai dengan detail, seperti aktivitas di dalam grafik Gantt, lalu mengalikannya dengan data biaya, seperti tariff per-jam untuk karyawan, untuk menghasilkan estimasi biaya proyek.
Alat-alat terkomputerisasi (computerized tools) dapat digunakan secara terpisah atau untuk menyederhanakan alat-alat yang baru saja diuraikan. Satu sumber bagi alat-alat terkomputerisasi adalah WWW.CONSTRUX.COM


Sumber : SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (Raymond McLeod Jr & George P. Schell) BAB7
Read more ...